Memasuki abad kedua sejak puncak kejayaannya, lekuk Art Deco perlahan kembali menjadi “senjata utama” bagi konglomerat di hunian terbaru mereka—dengan sedikit iterasi. Ini bukan lagi masa yang sama seperti zaman roaring twenties, tetapi pesona kilau aslinya terus digali dengan penyesuaian (Revival).
Menjinakkan Emas dengan Kayu Gelap
Aksen emas yang dulu menari-nari melingkar tak tentu arah (mengadaptasi pola mentari) kini diredam secara lebih arsitektural. Pola geometrik emas digunakan sebatas tarikan garis lurus tipis yang membingkai dinding atau langit-langit beraksen panel kayu walnut hitam.
- Geometri Minimalis: Bentuk setengah lingkaran repetitif (scallop) masih muncul dalam bentuk kepala ranjang berlapis velvet atau kaki-kaki kursi tamu.
- Karya Seni: Lukisan serta arca perunggu kembali dilirik untuk menghembuskan nafas glamor masa sebelum perang. Kaca patri geometrik memisahkan zona tanpa mengisolasinya.
Estetika art-deco beresonansi secara brilian saat diramu pada tata lighting temaram speakeasy bar kecil buatan tuan rumah tepat di pojok lobi menuju teater eksklusif bawah tanah.